Pages

Saturday, December 17, 2011

Pendonor Aferesis Masih Minim

Donor Darah Siaga

         Selain Blood for life, ada juga Donor Darah Siaga yang merupakan bagian dari komunitas Gerakan Berbagi (@gerakanberbagi). Donor Darah Siaga ini merupakan wadah berbagi darah khususnya untuk darah aferesis.
         Sulitnya mencari pendonor aferesis karena proses pendonoran yang lama menjadi permasalahan utama bagi penderita kanker. Proses screening yang hasilnya baru keluar 6-8 jam  berpacu dengan waktu dan nyawa penderiita kanker yang membutuhkan darah.
         “Beberapa pengalaman yang minta aferesis ada yang meninggal selama nunggu hasil screening. Dari situ aku pikir, harus sedia payung sebelum hujan,” tutur Amalia Medina yang juga pendiri Gerakan Berbagi.

Emergency Expatriat Blood Donor, Siaga Darah Rhesus Negatif

         Kepedulian terhadap pentingnya darah tak hanya ditunjukan oleh orang Indonesia. Orang-orang asing dari berbagai negara juga menaruh perhatian lebih. Emergency Expatriat Blood Donor (EEBD) adalah komunitas beranggotakan orang-orang asing dari berbagai negara yang tinggal di Indonesia yang sukarela menjadi pendonor khusus untuk golongan darah rhesus negatif.
         Jumlah pemilik darah rhesus negatif di Indonesia hanya mencapai 0,01 persen dari jumlah penduduk.  Dengan jumlah yang sedemikian sedikit, orang-orang Indonesia yang memiliki rhesus negatif kesulitan untuk mendapat donor yang sesuai. Darah rhesus negatif sendiri sebagian besar dimiliki oleh warna negara asing dari negara-negara barat.

Berbagi Darah untuk Kehidupan

Tidak semua orang memiliki materi berlebih untuk berbagi. Tetapi, semua orang memiliki darah. Semua orang bisa berbagi darah tanpa pandang status. 
 
       Pengalaman Valencia melihat seseorang yang kehilangan Ibunya karena tak mendapat donor darah amat membekas pada dirinya. Ketika itu dirinya yang sedang mengantar sang ibupun tak bisa berbuat apa-apa.
       Sejak saat itu, perempuan yang memiliki nama lengkap Valencia Mieke Randa tersebut terinspirasi untuk menciptakan gerakan yang bisa menjembatani orang yang membutuhkan darah dengan orang yang ingin mendonorkan darah.

Wedding Organizer, Sutradara Pesta Pernikahan

Diany memulai usaha Bella Donna ini hanya bermodal kartu nama. Kini usahanya tak hanya wedding organizer tetapi juga majalah The Wedding dan Mahligai, serta Bella Donna Institute

        Diany Pranata Chandra merasa kurang menikmati pesta pernikahannya karena sudah terlalu lelah mempersiapkanya. Bermula dari rasa kurang puas pada pesta pernikahannya 15 belas tahun itulah ia memiliki ingin menjadi wedding organizer.
        Dengan wedding organizer (WO) diharapkan pengantin dapat menikmati moment berharga dalam hidupnya tersebut. Namun, keputusan untuk membuat usaha sendiri tak semudah yang dibayangkan dan butuh banyak pertimbangan. Akhirnya, lecutan dari keluarga lah yang membuatnya yakin melangkah memilih berusaha dan meninggalkan karirnya. 

Tuesday, November 22, 2011

Apa Jadinya Dunia Tanpa Olahraga ?

                Apa jadinya dunia tanpa OLAHRAGA? Pertanyaan seperti ini jarang saya dengar seperti halnya banyak orang bilang “Apa jadinya dunia tanpa musik?”
                Semua orang pasti sepakat bahwa olahraga penting untuk kesehatan. Ya, dari pernyataan ini sudah bisa kita diketahui bahwa olahraga sangatlah penting. Dengan berolahraga, anggota tubuh bergerak dan membuat peredaran darah lebih lancar. Dengan demikian membuat fungsi-fungsi organ tubuh dapat bekerja dengan lebih baik.
                Jadi jelas, olahraga penting untuk kehidupan. Namun, bagi saya olahraga bukan sekedar untuk kesehatan. Ada kebahagiaan yang tidak bisa terganti dengan berolahraga. Bukan hanya untuk fisik, tetapi juga untuk batin.